INGIN IKLAN ANDA DISINI ?
Dapatkan Tawaran Menarik
Silahkan Kontak Admin
Terima Kasih


Perkembangan Islam Di Indonesia oleh Buya Hamka - Masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia adalah peranan para pedagang, khususnya para pedagang Islam dari Arab, Persia dan Gujarat/India. Mereka datang ke daerah-daerah di Indonesia untuk berdagang sekaligus menyebarkan agama Islam. Dari interaksi yang terjadi antara para pedagang muslim dengan penduduk setempat, agama Islam kemudian berkembang sampai berdirinya sebuah kerajaan.

Kerajaan Samudera Pasai adalah kerajaan Islam pertama di Indonesia. Pada saat itu, Pasai menjadi pusat perdagangan yang banyak disinggahi para pedagang dari berbagai negara, termasuk para pedagang Islam dari Gujarat dan Persia. Demikian pula para pedagang dari berbagai daerah di Indonesia seperti para pedagang Jawa. Dari interaksi para pedagang Islam dengan orang jawa, Islam juga berkembang di Pulau Jawa.

Perkembangan Islam di Pulau Jawa terjadi sangat cepat, seiring dengan semakin lemahnya Kerajaan Majapahit. Komunitas muslim di Jawa kemudian mendirikan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa, yakni Kerajaan Demak. Dalam perkembangannya Kerajaan Demak tumbuh menjadi pusat penyebaran agama Islam ke berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa faktor yang menyebabkan Islam mudah diterima oleh rakyat Indonesia dan berkembang dengan cepat adalah :
  1. Syarat-syarat masuk agama Islam sangat mudah. Seseorang telah dianggap masuk Islam bila ia telah mengucapkan dua kalimat syahadat.
  2. Dalam ajaran Islam tidak mengenal adanya kasta-kasta dan menganggap semua manusia mempunyai kedudukan yang sama di hadapan Allah. Kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kaya, miskinnya, pangkat dan jabatannya, tetapi oleh nilai ketaqwaannya kepada Allah.
  3. Upacara-upacara keagamaan dalam ajaran Islam sangat sederhana dan tidak harus mengeluarkan banyak biaya.
  4. Agama Islam yang menyebar di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia dan dalam penyebarannya dilakukan dengan damai tanpa kekerasan.
  5. Sifat bangsa Indonesia yang ramah tamah memberi peluang untuk bergaul lebih erat dengan bangsa lain. Di dalam pergaulan yang erat itu kemudian terjadi saling mempengaruhi dan saling pengertian.
Faktor-faktor tersebut di atas didukung pula dengan semangat para penganut Islam untuk terus menyebarkan agama yang telah dianutnya. Bagi penganut Islam, menyebarkan agama Islan dalah sebuah kewajiban.

Perkembangan Islam di beberapa wilayah Indonesia sekitar abad ke-12 sampai abad ke-16 adalah sebagai berikut :


Pada abad ke-7 M daerah Sumatera bagian Utara adalah pusat perdagangan rempah-rempah yang sangat ramai. Pedagang-pedagang dari Arab banyak berlabuh di daerah tersebut. Letak pelabuhan yang berada di ujung Utara Pulau Sumatera, menyebabkan daerah ini menjadi tempat yang strategis untuk menunggu datangnya angin musim dari Timur Laut yang menuju ke Barat. Dalam masa penantian musim tersebut, pedagang muslim Arab memanfaatkan dengan bermacam aktifitas di antaranya yaitu menyebarkan Islam.

Di Sumatera bagian Selatan, Kemunduran Kerajaan Budha Sriwijaya pada abad ke-13 M, dimanfaatkan oleh Kerajaan Islam Samudera Pasai untuk muncul sebagai satukekuatan baru.


Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa diperkirakan berasal dari Malaka. Namun, kapan tepatnya tidak diketahui dengan pasti. Bukti tertua tentang agama Islam di Pulau Jawa berasal dari batu nisan Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik, yang berangka tahun 1082 M. Namun hal ini belum berarti bahwa saat itu Islam sudah masuk di daerah Jawa Timur. Setelah akhir abad ke-13 M, bukti-bukti islamisasi sudah banyak ditemukan di Pulau Jawa.Hal ini dapat dilihat dari penemuan beberapa batu nisan bercorak Islam di Troloyo, Trowulan dan Gresik. Dalam berita Ma-huan (1416) terdapat keterangan tentang adanya orang-orang muslim yang tinggal di kota pelabuhan Gresik. Hal ini membuktikan bahwa komunitas masyarakat muslim mulai berkembang baik di Jawa Timur, terutama di kota-kota pelabuhan.

Pada waktu Kerajaan Majapahit mengalami masa kemunduran, di awal abad ke-15 M, kota-kota pelabuhan seperti Tuban dan Gresik muncul sebagai pusat penyebaran agama Islam. Dari kedua kota ini pengaruh agama Islam menyebar ke kota-kota pelabuhan lain seperti Demak, bahkan sampai ke pelabuhan Maluku. Dari Demak pengaruh Islam menyebar ke kota-kota pelabuhan yang merupakan daerah perdagangan yang sangat ramai seperti Cirebon, Sunda Kelapa dan Banten.


Penyebaran agama Islam di Pulau Sulawesi, terutama bagian Selatan diperkirakan terjadi pada abad ke-16 M. Di daerah ini proses islamisasi terjadi melalui konversi pusat kekuasaan (istana/keraton). Konversi agama dijalankan dengan pusat kekuasaan yang telah ada.

Daerah-daerah Yang Pertama Kali Kedatangan Islam

Dari catatan dan bukti sejarah yang ada, diketahui bahwa Islam pertama kali datang ke Indonesia bukan pada suatu daerah tertentu dan pada waktu yang bersamaan, melainkan tersebar pada beberapa daerah dan waktu yang berbeda. 

Selama abad VII – XII, daerah-daerah yang sudah kedatangan Islam adalah : 

  1. Kota-kota Pelabuhan Selat Malaka, di antaranya daerah pantai Aceh bagian Utara yang bernama Pasai. Pada abad VII Pasai merupakan kota pelabuhan internasional. Di sini para pedagang bisa singgah dalam perjalanannya dari India ke Tiongkok dan sebaliknya. Di antara para pedagang itu ialah para saudagar muslim dari Arab dan Gujarat.
  2. Pantai Barat Pulau Sumatera, telah ditemukan bukti bahwa pada abad VII, di pantai Barat pulau Sumatera terdapat beberapa perkampungan kecil tempat bermukim orang Arab Muslim. Di Pantai Barus (daerah Tapanuli) ditemukan makam seorang Syeikh, yaitu Syeikh Mukaiddin, yang menurut catatan wafat pada tahun 670 M. Semuanya itu menunjukkan ada orang Islam.
  3. Di Desa Leran (Jawa Timur), ditemukan makam seorang perempuan muslimat bernama Fatimah binti Maimun, yang wafat pada tahun 1101 M. Ini menunjukkan, bahwa pada abad XII telah terdapat masyarakat Islam di Jawa Timur, walaupun baru berupa kelompok-kelompok kecil.
  4. Jawa Barat, tercatat dalam sejarah bahwa raja Pajajaran bernama Prabu Purwa, menyerahkan tahta kerajaan kepada adiknya bernama Prabu Mundingsari. Prabu Purwa sendiri pergi mengembara ke India. 
Dalam Pengembaraannya itu beliau bertemu dengan pedagang muslim bangsa Arab. Beliau tertarik dengan agama Islam dan akhirnya dengan rela hati ia masuk Islam. Pada tahun 1195 beliau menunaikan ibadah haji. Setelah itu beliau dikenal dengan haji Purwa. Selanjutnya beliau kembali ke tanah air untuk menyebarkan agama Islam di daerahnya. Jelaslah, bahwa setidak-tidaknya pada abad XII Islam telah masuk ke Jawa Barat

Posting Komentar Blogger