INGIN IKLAN ANDA DISINI ?
Dapatkan Tawaran Menarik
Silahkan Kontak Admin
Terima Kasih


Penjelasan Teladan Sufi dan Hubungan dengan Akhlak – Dalam ilmu tasawuf Nabi dan para sahabatnya dijadikan sebagai sebagai teladan. Dalam kehidupan sehari-hari semua praktek kehidupan Nabi oleh para sufi diambil sebagai acuan dalam melaksanakan semua aktifitas termasuk ibadah kepada Allah swt, tentang kebenaran ajaran Tasawuf mereka mengambil dari kehidupan rasulullah, diantaranya adalah : 

  1. Pengasingan Nabi Muhammad SAW di Gua Hira merupakan acuan sufi dalam khalwat 
  2. Peristiwa Isra’ MI’raj merupakan puncak kedekatan Nabi Muhammad SAW dengan Allah SWT 
  3. Perikehidupan Nabi Muhammad SW berupa hidup sederhana, zuhud, dan tidak terpesona pada kehidupan duniawi, tekun beribadah, banyak berzikir, minta pada Allah SWT dan bertobat kepada-Nya setiapp hari 70 kali ( H.R. at-Tabrani ), I’tikaf dalam Masjid terutama dalam bulan Ramadhan, tenggelam dalam bermunajat kepada Allah SWT 
  4. Sumber tentang akhlak Nabi Muhammad SAW dapat ditemukan dalam hadits : “ Akhlaknya adalah al-Qur’an ” ( H.R. Ahmad dan Muslim ) 
  5. Dalam diri Nabi Muhammad SAW terdapat suri teladan ( Q.s. al-Ahzab : 21 ) 




Dalam hal ini cukup kiranya digambarkan tentang kehidupan Tasawuf khulafaurrasyidin, yakni :


http://www.ponpeshamka.com/2015/11/penjelasan-teladan-sufi-dan-hubungan.html
Abu Bakar ash-Shiddiq 
  • Dalam perang Tabuk Abu Bakar mengeluarkan seluruh hartanya untuk jalan Allah SWT 
  • Selama enam hari dalam seminggu selalu dalam keadaan lapar 
  • Abu Bakar memilki sehelai pakaian, ia memilih takwa sebagai pakaiannya 
Umar bin Khattab 
  • Kebeningan jiwa dan kebersihan kalbunya 
  • Disaat sebagai khalifah, ia berpidato dengan memakai baju bertambal dua belas sobekan 
  • Umar menghabiskan malamnya untuk beribadah 
Utsman bin Affan 
  • Dalam mengahadfpai Perang Tabuk, sementara kaum muslimin dalam masa paceklik, Utsman memberikan bantuan yang besar berupa kendaraan dan perbekalan tentara 
  • Utsman membeli sebuah telaga milik seorang Yahudi untuk kaum muslimin 
  • Ustman terbunuh disaat dia membaca al-Qur’an, dia ditebas disaat membaca surat al-Baqarah ayat 137 
Ali bin Abi Thalib 
  • Memiliki ilmu laduni ( ilmu dari sisi Allah SWT ) 
  • Tidak mali memakai pakaian yang bertambal, bahkan beliau sendiri yang 
  • menambal pakaian yang robek 
  • Pernah menjinjing daging di Pasar 
  1. Hizaifah bin Yaman, yang telah diajarkan Nabi Muhammad SAW tentang cirri-ciri orang munafik 
  2. Abu Zar al-Giffari, terkenal dengan tokoh u tama fakir sejati 
Para ahli Tasawuf pada umumnya membagi tasawuf mejadi tiga bagian yakni : Tasawuf Falsafi, Tasawuf Akhlaqi, dan Tasawuf ‘Amali. Tujuan tasawuf ini sama, namun berbeda dalam pendekatan yang digunakan : 
  1. Pendekatan Tasawuf Falsafi adalah rasio / akal pikiran, yakni menggunakan bahan-bahan kajian atau pemikiran yang terdapat di kalangan para filosof, seperti filsafat tentang Tuhan, manusia, dan hubungan manusia dengan Tuhan. 
  2. Pendekatan Tasawuf Akhlaqi adalah pendekatan yang terdiri dari takhalli ( mengosongkan diri dari akhlak yang buruk ), tahalli ( menghiasinya dengan akhlak yang terpuji ) dan tajalli ( terbukannya dinding penghalang ) yang membatasi manusia dengan Tuhan. 
  3. Pendekatan Tasawuf ‘Amali adalah pendekatan amaliah wirid, yang selanjutnya mengambil bentuk tarikat. 

Pada dasarnya hakekat Tasawuf bertumpu pada fitrah manusia, karena aktifitas tasawuf itu merupakan aplikasi dari khasanah (perbendaharaan) jwa/ mental yang termaktub dalam fitrah. Setiap perealisasikan khasanah mental itu, bila berubah menjadi perilaku maka is disebut dengan akhlak. Khasanah jiwa yang termaktub pada fitrah itu merupakan agama yang hanif ( lurus ) yakni agama Islam ( Q.s. ar-Rum : 30 ).

فأقم وجهك للدين حنيفا فطرة الله التي فطر الناس عليها لا تبديل لخلق الله ذلك الدين القيم ولكن أكثر الناس لا يعلمون

Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Salah satu upaya untuk memahami semua tuntunan fitrah itu adalah tasawuf, bila tasawuf itu dapat merubah perilaku orangnya dan menjadi sebuah kebiasaan, maka ia melahirkan akhlak / realisasi dari sikap jiwa. Oleh sebab itu dapat ditarik suatu pemahaman bahwa fitrah adalah penghubung dari tasawuf dan akhlak.

Demikianlah Penjelasan tentang Teladan Sufi dan Hubungan dengan Akhlak dengan tasawuf, bersambung pada materi Memahami Istilah-Istilah dalam Tasawuf. Semoga bermanfaat.

Posting Komentar Blogger