INGIN IKLAN ANDA DISINI ? Dapatkan Tawaran Menarik Silahkan Kontak Admin Terima Kasih |
Memahami Ayat Al-Qur’an Tentang Perintah Menjaga Kelestarian Lingkungan Hidup. - Manusia sebagai khalifah Allah swt di muka bumi disamping memiliki kewajiban untuk taat beribadah kepada Allah swt, juga diamanahkan untuk menajga dan melestarikan bumi ini sebagi tempat hidup dalam rangka beribadah kepada Allah dan jangan kita sampai merusak atau mengancurkan bumi yang telah Allah anugerahkan kepada kita. maka dalam alqur'an dijelaskan secara nyata bahwa tugas tersebut harus kita jalankan sesuai dengan perintahnya. seperti yang dijelaskan Allah dalam Q.s Ar-rum ayat 41 - 42. Lafadz ayatnya :
41. Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).42. Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."

Surat Ar-Rum ayat 41 menjelaskan bahwa didunia ini telah nyata, terjadi berbagai kerusakan atau bencana baik didarat maupun dilaut semuanya itu akibat perbuatan manusia itu sendiri. Allah menjelaskan bahwa telah tampak kerusakan didarat seperti kekeringan, penceklik dan hilangnya rasa aman, kerusakan dilaut seperti tenggelamnya kapal,dan kekurangan hasil laut dan sungai hal ini disebabkan oleh manusia yang durhaka, sehingga Allah memberi peringatan seperti marasakan sedikit merasakan efek dari perbuatan mereka itu tersebut.
Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya kerusakan ,seperti kemusyrikan ,keingkaran, kemunafikan, dan kesesatan berfikirnya manusia,mereka tidak menta’ati perintah dan menjahui larangan Alllah SWT.
Penyebutan darat dan laut sebagai tempat terjadinya fasad (kerusakan ) itu dapat diartikan bahwa daratan dan lautan menjadi tempat terjadinya kerusakan,sehingga manusia ,memfunyai kreatif dan daya kreasi untuk menggali serta mengolah alam demi kesejahteraan mereka namun ada sebagian manusia yang berwatak rakus dan tamak dengan seenaknya melakukan kerusakan kerusakan yang dilakukan oleh manusia dimuka bumi akan mengakibatkan :
- Hilangnya manfaat dan berkah dari alam yang seharusnya dapat membawa kesejahteraan bagi manusia.
- Lenyapnya keindahan alam, sedangkan keindahan itu sangat diperlukan untuk kebutuhan rohani manusia.
- Punahnya bagian-baguian tertentu dari alam yang tidak dapat dikembalikan lagi oleh manusia.
- Terjadinya berbagai bencana yang dapat mengacam keselamatan manusia.
- Merusak masa depan generasi manusia berikutnya,karena mereka tidak dapat menikmati potensi alam yang sudah dirusak generasi sebelumnya.
Adanya beberapa penomena yang terjadi dialam ini ,merupakan tanda-tanda yang diberikan Allah SWT, agar manusia mampu mengintrofeksi diri.Dengan demikian diharapkan manusia dapat mengoreksi niat dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT,Akhirnya mereka dapat kembali kejalan yang benar dengan cara menta’ati perintah-perintahnya dan meninggalkan larangannya.
Surat Ar-Rum ayat : 42. Allah SWT memerintahkan kepoada manusia supaya mengadakan perjalanan dimuka bumi dan diharapkan dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orangt terdahulu diantara mereka,mereka ada yang memperoleh kejayaan, dan ada pula yang mengalami kerugian,penderitaan, kesengsaraan,akibat kerusakan atau bencana yang menimpa mereka,yanmg tertimpa itu baik orang kafir,orang musyrik maupun orang islam itu sendiri.
Lafal ayat.
56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.
57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, Maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. seperti Itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, Mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.
58. Dan tanah yang baik, tanaman - tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.
Allah SWT melarang manusia berbuat kerusakan dimuka bumi ,Allah telah menciptakan alam ini dalam keadaan sangat harmonis serasi dan memenuhi kebutuhan makhluknya, salah satu kebaikan yang telah dilaksanaan Allah adalah dengan mengutus para nabi-nabi untuk meluruskannya dan memperbaiki kehidupan masyarakat yang kacau sikap membuat rusak setelah diperbaiki jauh lebih buruk dari pada merusaknya sebelum diperbaiki.
Dalam ayat tersebut terdapat perintah agar manusia berdoa kepada Allah dengan rasa takut dan penuh harap dalam berdoa seharusnya dihati kita harus ada perasaan takut artinya ada kecemasan-kecemasan kekhawatiran jangan-jangan sampai doa tidak dikabulkan dan takut atas siksa yang ditimpakan Allah SWT.Disamping itu dalam berdoa kita juga harus meyakini dengan keyakinan dan harapan yang penuh bahwa Allah akan mengabulkan doa kita ,janji Allah “ Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada Al-Muhsin {orang yang selalu mempertinggi mutu diri,iman dan kehidupan ) Muhsin sebagai gambaran puncak sifat kebaikan yang dicapai seseorang
Ayat 57 Allah menjelaskan bahwa tentang bagaimana hubungan manusia dengan alam sekelilingnya, manusia akan menemukan kesadaran akan adanya Allah SWT dengan memperhatikan alam ini .Dalam ayat ini angin disebut ar-riyah (berbentuk jamak ) artinya banyak angin atau berbagai macam angin ,segala macam angin sebagian pembawa berita gembira,sebagai permulaan rahmat yang dilimpahkan kepada makhluk baik berupa hujan maupun kesegaran,kemudia dalam berbentuk tunggal (Rih) /angin ,mengandung bencana.ayat ini mengisyaratkan adanya angin sebelum turunnya hujan,angin yang beragam,bergerak menyatukan awan kemudian bagian awan itu m menyatu dan akhhirnya turunlah air hujan dengan turunnya hujan bumi yang telah mati atau kering hidup kembali,benih atau biji-bijian yang kering tanaman yang rumput yang kering subur kembali tanah yang gersangpun menjadi subur.
Ayat 58 Allah menjelaskan bahwa keadaan tanah dibumi ada dua kemungkinan yaitu tandus dan subur ,subur jika terkena siraman air hujan ,didaerah yang subur ada akar-akarnya untuk menahan air ,dengan demikian secara tidak langsung akan menyuburkan tanaman yang ada disekitarnya sebaliknya untuk didaerah yang tandus kerena tidak ada peresapan air dari tanah,tanahpun akan tetap gersang dengan memahami kandungan ayat ini manusi diharapkan mampu mengelola alam ini dengan baik ,semua ini dibuktikan dengan mengelola dan menempatkan nikmat Allah sesuai dengan syari’at agama.
27. Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, Maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka.
28. Patutkah Kami menganggap orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh sama dengan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi? Patutkah (pula) Kami menganggap orang- orang yang bertakwa sama dengan orang-orang yang berbuat ma'siat?
Surat Shad merupakan penegasan bahwa Allah menciptakan langit,bumi ,apa yang ada diantara keduanya semuanya dengan benar dan tidak sia-sia seluruhnya bermanfaat dan mengandung hikmah bagi manusia,bagi orang kafir kenyataan ini telah diakui suatu kebenaran dari Allah mereka menganggap hanya kesia-siaan adanya penciptaan alam semesta ini,oleh karena itu mereka akan mendapat kecelakaan diakhirat.
Ayat 28 Allah menegaskan bahwa tidak akan pernah sama antara orang yang berbuat kerusakan dibumi dengan orang – orang yang berbuat amal sholeh.
Lafal ayat.
45. Apakah kamu tidak memperhatikan (penciptaan) Tuhanmu, bagaimana Dia memanjangkan (dan memendekkan) bayang-bayang dan kalau Dia menghendaki niscaya Dia menjadikan tetap bayang-bayang itu, kemudian Kami jadikan matahari sebagai petunjuk atas bayang-bayang itu,
46. Kemudian Kami menarik bayang-bayang itu kepada kami[1069] dengan tarikan yang perlahan-lahan.
47. Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.
48. Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit air yang Amat bersih,
49. Agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makhluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak.
50. Dan Sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu diantara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (dari padanya); Maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat).
- Ayat 45 dan 46 Allah memerintahkan kepada rasul supaya memperhatikan penciptaannya bagaimana dia memanjangkan dan memendekkan bayang-bayang dari tiap-tiap benda yang terkena sinar matahari.
- Ayat 47 Allah menyebutkan kekuasaan menjadikan malam itu supaya manfaatnya pakaian yang menutupi badan dan tidur seperti mati seorang sewaktu tidur tidak sadar sama sekali dan anggota badannya berhenti bekerja dengan demikian dia mendapatkan istirahat yang sempurna.
- Ayat 48 Allah menegaskan bahwa dia yang meniupkan angin sebagai pembawa kabar gembira terutama bagi para petani , tiupan angin itu menandakan sudah dekatnya hujan sebagai rahmatnya Allah .Allah menurunkan air hujan yang amat jernih ,air hujan itu dapat membersihkan kotoran-kotoran, pakaian dan terutama untuk minuman serta keperluan lainnya seperti pertanian.
- Ayat 49 Allah menerangkan bahwa hujan adalah untuk menyuburkan negeri dan tanah yang mati atau tandus yang sudah lama menunggu turunnya hujan Alllah memberi minum dengan air itu binatang-binatanga ternak dan manusia serta tumbuhan lainnnya
- Ayat 50 Allah menjelaskan bahwa dia telah mengatur turunnya hujan, hujan itu secara bergiliran diantara mansia .
Lafal ayat.
204. Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, Padahal ia adalah penantang yang paling keras.Penjelasan Ayat QS;Al-Baqarah :204-206.
205. Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk Mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan
- Ayat 204 menjelaskan beberapa sifat menafik diantaranya sifat munafik adalah perkataannya menarik pandai membawa diri seakan –akan dia mengerti dan menaruh perhatian terhadap segala permasalahan yang menyangkut kemaslahatan manusia
- Ayat 205 Allah menjelaskan sifat munafik yang lain orang yang munafik apabila dia berpaling dan berpisah dengan orang yang beriman dan tidak sungkan membuat kerusakan dibumi demi kepentingannya yang dijadikan pedoman bukan kebenaran dan nama allah serta apa yang diucapakan mulut manisnya melainkan kemegahan dan keuntungan yang hendak dicapainya ,peraturan Allah yang dipandang merugikan rencanannya niscaya akan dihalangi dan dimusuhi.
- Ayat 206 Allah menjelaskan bahwa sifat munafik itu apabila dikatakan kepanya bertaqwalah kepada Allah muncullah kesombongannya untuk berbuat dosa.inilah salah satu kata yang tepat terhadap sikap hidup pengusa yang zalim,seorang yang diktator. Dia tidak dapat ditegur dan diberi nasehat ,pendapat orang yang jujur yang akan dimusuhinya,sebaliknya orang yang suka mengambil muka suka memuji ,menyanjung dan memberikan gelar-gelar yang bagus itulah yang disenaginya.Orang yang munafiq suka membuat kerusakan dibumi dengan menggunakan berbagai alasan dan membenarkan kepentingannya sendiri.
Posting Komentar Blogger Facebook