INGIN IKLAN ANDA DISINI ? Dapatkan Tawaran Menarik Silahkan Kontak Admin Terima Kasih |
PenjelasanYa’juj Ma’juj dan hikmahnya - Ahmad
Musthafa Al-Maraghi dalam tafsirnya juz 6 halaman 13-14 menerangkan bahwa yang
dimaksud dengan Ya’juj ialah bangsa –bangsa Tartar yang dimaksud dengan Ma’juj
ialah bangsa mongol. Mereka berasal dari satu keturunan, kakek yang tertinggi
bernama Turk. Mereka tinggal di Asia Utara, negerinya memanjang dari Tibet dan
Tiongkok sampai laut Afrika dan disebelah barat sampai batas Turkistan.
Para ahli sejarah
bangsa Arab maupun eropa menerangkan bahwa bangsa-bangsa Tartar dan Mongol itu
banyak membuat perubahan di kalangan bangsa-bangsa tetangganya pada berbagai
zaman. Mereka merusak banyak negeri dan banyak bangsa, sebab diantara mereka
itu ada suku-suku bangsa yang masih buas dan biadab yang dahulunya turun dari
datarang tinggi Asia Tengah menuju Eropa, dan banyak daerah-daerah Tiongkok dan
Asia Barat yang merupakan tempat kelahiran nabi-nabi. Sesudah itu mereka tetap
brada dalam batas negerinya sendiri, terutama sesudah zaman kenabian sampai
waktu kelahirang Timogin yang menyebut dirinya Jengis Khan, yang dalam bahasa
Mongol berarti Raja dunia.
Pada permulaan
abad ke 7 Hijriyah atau abad ke 13 Masehi, Jengis Khan keluar dari pegunungan
Asia Tengah lalu mula-mula dia menaklukkan Tiongkok Utara, kemudian menyerbu
Negara-negara Islam, menaklukkan Sultan Qutbuddin bin Armilan, keturunan
raja-raja Saljuk, Raja Khuwarizm di Turkistan Rusia. Di negeri ini Jengis Khan
banyak berbuat kejahatan yang tiada tara dalam sejarah
Sesudah Jengis
Khan meninggal, dia digantikan oleh anaknya yang bernama Akthoi, sedangkan
keponakannya, Bato menduduki Rusia pada tahun 723 Hijriah dan menyebrang
Bologne dan hongaria yang dibakar dan dihancurkan
Sesudah aktoi
meninggal, dia digantikan oleh Jaluk. Dia memerangi Romawi dan mengharuskan
rajanya membayar upeti. Kemudian setelah Jaluk meninggal, dia digantikan oleh
keponakannya yang bernama Manju. Manju minta kepada dua orang saudaranya, yaitu
Kailai dan Hulagu supaya meneruskan penaklukan. Maka Kailai menanklukkan
Tiongkok, sedangkan Hulagu menerkam kerajaan-kerajaan Isalm satu persatu sapat
pusat pemerintahan Khalifah Al- Mu’tashim Billah. Sesudah itu dirampasnya
Bagdad dengan kekerasan pada pertengahan ke 7 Hijriah yang menyerah dalam tempo
7 hari dan banyak mengalirkan darah bagaikan sungai. Mereka melemparkan
buku-buku ilmu pengetahuan ke sungai Dajlah (Tigris) dan dijadikan jembatan
yang bisa dilalui mereka dengan menunggang kuda. Ketika itulah riwayat Khilafat
Abbasiyah berakhir.
Ketika anak cucu
Jengis Khan menguasai seluruh Asia dan eropaTimur dibagilah daerah-daerah
taklukannya itu diantara mereka menjadi empat buah kerajaan. Keluarga Kailai
mendapat Tiongkok dan Mongol, Raja Jafacoi (Saudara Akhtoi) mendapat Turkistan,
keturunan Pathir Kan mendapat daerah-daerah tepi sungai Volga, sehingga Rusia
terpaksa membayar upeti kepadanya selama beberapa abad. Sedangkan Hulagu
menguasai Persia (Iran), Bagdad, dan daerah-daerah Syam.
Demikian sejarah
singkat Ya’juj dan Ma’juj yang oleh Al-Maraghi disingkatkan dari Dairatul
Ma’rif Ibnu Khaldum, Ibnu Maskawih dan risalah-risalah Ikhwanus Shafa. Sejarah
ini bagi kita umat Islam dan umumnya umat beragama menjadi sangt penting
artinya, karena ia tercantum dalam surat Al-Khafi sebagai persiapan untuk
menjawab pertanyaan orang-orang Quraisy yang bermaksud menguji kebenaran
pengakuan beliau sebagai Rasulullah. Mereka mendapat bahan-bahan pertanyaan itu
dari kaum Ahli Kitab yang sengaja diminta bantuannya. Kata kaum Ahli Kitab,
“Tanyakanlah kepada Muhammad tentang seseorang pengeliling dunia, tentang
pemuda-pemuda (Ahlul Kahfi) yang telah tidak sada beratus-ratus tahun dan
tentang ruh (jiwa).”
Posting Komentar Blogger Facebook