INGIN IKLAN ANDA DISINI ?
Dapatkan Tawaran Menarik
Silahkan Kontak Admin
Terima Kasih


Penjelasan tentang akan turunnya Nabi Isa a.s. di akhir zamanNabi ‘Isa As. serta ibunya Maryam adalah makhluk Allah Swt. yang terpilih, mereka tidak sekali-kali akan mengakui diri mereka sebagai Tuhan disebabkan nikmat yang diberikan kepada mereka, terutamanya Nabi ‘Isa As. Dakwaan bahwa Nabi ‘Isa itu adalah jelmaan Allah Swt. hanyalah cerita karut dan pembohongan semata-mata. ‘Isa As. sendiri menyatakan di dalam Yohanes, fasal 17, ayat 3, bahwa “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka mengenal Engkau, Allah Yang Esa, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”  

Sejak zaman para sahabat sampai sekarang masih ada perbedaan pendapat tentang akan turunnya Nabi Isa a.s. di akhir zaman yang mana pendapat tersebut saling bertentangan. Allah swt berfirman dalam Surat An-nisa  ayat 157-158 surat An-Nisa. 

www.ponpeshamka.com
Artinya : “Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah.”, padahal mereka tidak membunuhnyadan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang keragu-keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu,kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (Pula)  yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa: 157-158)
www.ponpeshamka.com
Berdasarkan ayat tersebut, maka semua riwayat dan pendapat kaum muslimin sama bahwa Nabi Isa a.s. telah selamat dari pengejaran musuh-musuhnya, yaitu kaum Yahudi. Mereka malah membunuh Yudas Iskariot yang muka dan suaranya diserupakan Allah dengan muka dan suara Isa a.s., tetapi ke mana Isa a.s.  meloloskan diri sesudah selamat dari pengejaran kaum Yahudi itu, disinilah terdapat perbedaan pendapat di kalangan para ulama.

Sumber perbedaan itu terletak pada arti kalimat  (بل رفعه الله اليه) yang terdapat dalam ayat tersebut diatas dan arti firman Allah swt. :

øŒÎ) tA$s% ª!$# #Ó|¤ŠÏè»tƒ ÎoTÎ) šÏjùuqtGãB y7ãèÏù#uur ¥n<Î) x8ãÎdgsÜãBur šÆÏB tûïÏ%©!$# (#rãxÿŸ2 ã@Ïã%y`ur tûïÏ%©!$# x8qãèt7¨?$# s-öqsù šúïÏ%©!$# (#ÿrãxÿx. 4n<Î) ÏQöqtƒ ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ( ¢OèO ¥n<Î) öNà6ãèÅ_ötB ãNà6ômr'sù öNä3oY÷t/ $yJŠÏù óOçFZä. ÏmÏù tbqàÿÎ=tF÷s? ÇÎÎÈ                
(ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai Isa, Sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya".

Ibnu Abbas menafsirkan kata (متوفك) dengan (يميتك)yakni “mematikanmu”. Ibnu Juraij menafsirkan (      متوفك) itu dengan  (اخذك وابضك) “yakni mengambil dan menjagamu”, sama dengan arti ( رافعك) yaitu “Menyelamatkan Isa dari kekejaman orang-orang Yahudi”. Pendapat Ibnu Juraij ini diikuti oleh Ibnu Jarir dengan menafsirkan kata (رفعه) dengan(توفاه ايا ) yakni menyelamatkan Isa dari pengejaran orang-orang Yahudi. Tegasnya, menurut Ibnu Jarir (رفعه) itu bukan berarti mengangkat Isa ke langit dengan ruh dan jasadnya atau hanya ruhnya saja. Sebaliknya menurut Ibnu Abbas, arti (رفعه)itu mengangktnya ke langit hanya ruhnya, karena sebagaimana disebutkan tadi, Ibnu Abbas mengartikan (توفك) itu “mematikanmu”.

Fahruddin Al-Razi lain lagi pendapatnya, yaitu bahwa (رفعه) atau (رافعك) itu mengangkat Isa “Ketempat kehormatan-Ku” Jadi tidak diartikan bahwa Isa diangkat ke langit.

Pendapat lain mengatakan bahwa Allah swt. Telah mengangkat Isa a.s. ke langit dengan ruh dan jasadnya.

Firman Allah swt yang berbunyi :
 $tBur çnqè=tFs% $tBur çnqç7n=|¹ `Å3»s9ur tmÎm7ä© öNçlm; 4                                                                                 
Artinya : “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka” (An-Nisa:157)

Dan lanjutan ayat tersebut berbunyi (  بل رفعه الله اليه) tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa dan hadiratnya.

Kalimat (رفعه ) dan (  رافعك    ) itu diartikan secara hakiki, yakni Isa a.s. benar-benar diangkat ke langit dengan ruh dan jasadnya dan hal itu adalah mudah saja bagi Allah swt.

Pengertian ini juga tidak bertentangan dengan kalimat (رفعه)yang diartikan dengan “Kehadirat-Ku”. Pendapat ini (Nabi Isa a.s. diangkat ke langit) lebih lanjut menyatakan bahwa Nabi Isa akan turut ke dunia untuk menjadi hakim yang adil. Alasannya bertolak dari hadits Bukhari yang sanad bersumber dari Abu Hurairah :

والذي نفسي بيده ليوشكن ان ينزل فيكم ابن مريم حكما عدلا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير ويضع الخزيت ويفيض المال حتى لايقبله احد وحتى تكون السجدة خيرا له من لدنيا وما فيها.... {رواه البخاري عن ابى هريرة }           

Artinya : “Demi Zat yang menguasai diriku, sungguh hamper tiba waktunya putera Maryam diturunkan kepada kamu sebagai hakim yang adil. Diakan memecahkan kayu-kayu salib, membunuh babi-babi, membebaskan upeti, sedangkan harta melimpah-ruah, sehingga tidak ada seorangpun yang mau menerimanya dan satu kali sujud baginya lebih baik darpada dunia seisinya.” (Hadits riwayat Bukhari dari Abu Hurairah).

Selesai membacakan hadits itu Abu Hurairah berseru : Bacalah kalau kamu mau :

bÎ)ur ô`ÏiB È@÷dr& É=»tGÅ3ø9$# žwÎ) ¨ûsöÏB÷sãs9 ¾ÏmÎ/ Ÿ@ö6s% ¾ÏmÏ?öqtB ( tPöqtƒur ÏpyJ»uŠÉ)ø9$# ãbqä3tƒ öNÍköŽn=tã #YÍky­ ÇÊÎÒÈ  
Tidak ada seorangpun dari ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.  (An-Nisa : 159)



Kelompok yang menyatakan bahwa kata (رفعه) artinya  رافعadalah mematikan/mengangkat ke langit hanya ruhnya dan kata (متوفك ) dengan arti menyelamatkan Nabi Isa dari kekejaman orang-orang Yahudi, menolak pendapat yang mengatakan bahwa Nabi Isa akan turun ke dunia untuk menjadi hakim. Aliran ini berpendapat hadits yang dijadikan alasan oleh mereka yang mengatakan Nabi Isa akan turun ke dunia, 

Sebenarnya tidak tegas menunjukkan turun kedunia, bahkan (ان ينزل) yang diartikan turun, ditegaskan dalam surat An-Nisa ayat 159 yakni bahwa Nabi Isa akan menjadi saksi adalah pada hari kiamat. Ini menunjukkan bahwa Nabi Isa tidak turun ke dunia, melainkan pada hari kiamat sebagai awal kehidupan di akhirat. Kemudian makna “memecah kayu-kayu salib” dan lain-lain yang menggambarkan perbuatan di dunia, ini tentunya tidak diartikan dengan arti bahasa, tetapi dengan arti kiasan yaitu menolak/tidak membenarkan ajaran yang sesat. 

Posting Komentar Blogger