INGIN IKLAN ANDA DISINI ? Dapatkan Tawaran Menarik Silahkan Kontak Admin Terima Kasih |
Penjelasan Pembagian Hadits Menurut sifat dan kwalitas sanadnya - Hadis muttasil disebut juga
Hadis Mausul yaitu :
هو ما اتَّصل سنده سواء كان مرفوعا إليه صلى اللَّه عليه وسلم أو موقوفا" ”
Artinya: "Hadis muttasil adalah hadis yang sanadnya bersambung, baik hadis marfu' maupun hadis mauquf."
Artinya: "Hadis muttasil adalah hadis yang sanadnya bersambung, baik hadis marfu' maupun hadis mauquf."
Hadits yang bersambung
sanadnya semenjak dari Mukharrij sampai rawi pertama baik hadits yang terdapat
pada hadits Marfu’ ( Hadits yang periwayatannya sampai kepada Rasulullah)
maupun hadits Mauquf (Hadits yang periwayatannya hanya sampai shabat saja).
Contoh Hadis Muttasil Marfu'
adalah hadis yang diriwayatkan oleh Malik; dari Nafi' dari Abdullah bin Umar
bahwa Rasulullah SAW bersabda:
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ
مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الَّذِي تَفُوتُهُ صَلَاةُ الْعَصْرِ
كَأَنَّمَا وُتِرَ أَهْلَهُ وَمَالَهُ
Artinya: "Orang yang
tidak mengerjakan shalat Asar seakan-akan menimpakan bencana kepada keluarga
dan hartanya"
و حَدَّثَنِي مَالِك عَنْ
نَافِعٍ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ يَقُولُ مَنْ أَسْلَفَ سَلَفًا
فَلَا يَشْتَرِطْ إِلَّا قَضَاءَهُ
Artinya: "Barang
siapa yang mengutangi orang lain maka tidak boleh menentukan syarat lain
kecuali keharusan membayarnya."
Jika bersambungnya sanad itu hanya sampai tabi’in tidak boleh dikatakan dengan hadits Muttashil secara mutlak kecuali jika diikuti oleh suatu penjelasan (qayyid) sampai persambungan itu berakhir. Misalnya : مُتَّصِلٌ اِلَى سَعِيْد ابْنِ مُسَيّبٌ هَذَا حَدِيْثٌ Said bin Musayyab adalah seorang tabi’in yang banyak meriwayatkan hadits.
Hadits Musnad. Musnad adalah isim maf’ul dari asnada ( أَسْنَدَ )
yang berarti yang disanadkan jadi hadits musnad artinya hadits telah
disanadkan. Masdarnya adalah isnad yang berarti sandaran. Sedangkan musnid
adalah orang yang menyandarkan. Musnid hadits artinya orang yang menyandarkan
hadits. Jadi hadits yang telah diisnadkan oleh si-musnid (orang yang
mengisnadkan disebut dengan Hadits Musnad. Misalnya musnad Asyihab dan musnad
al-Firdaus, merupakan kumpulan hadits yang telah diisnadkan oleh Asyihab dan
musnad al-Firdaus. Selain itu Musnad juga memiliki pengertian lain yaitu:
- Hadits yang marfu’ lagi Muttasil ( sanadnya bersambung-bersambung)
- Nama kitab yang menghimpun seluruh hadits yang diriwayatkan oleh para sahabat
Dalam kitab musnad ini, nama shahabatlah yang
diketengahkan sebagai maudhu’. Semua hadits yang diriwayatkan oleh seorang
shahabat terhimpun dalam satu kelompok, tanpa diklasifikasika isinya dan tanpa
disisihka antara hadits yang shahih dan dha’if. Dengan Musnad itu, para ulama
Hadis menghimpun Hadis-hadis dengan cara mengurut nama para sahabat Nabi, baik
berdasarkan senioritas dalam memeluk Islam maupun berdasarkan faktor nasab atau
asal kabilah, daerah maupun dengan menyusun nama-nama sahabat.
Selain dengan kitab Musnad ini, mereka juga
menulis Hadis Nabi dalam kitab yang dikelompokkan dengan bab, huruf berdasarkan
kandungan matannya bukan berdasarkan nama para sahabat.Adapun salah satu kitab
Musnad yang terpopuler adalah yang disusun oleh Ahmad ibn Hanbal yang dikenal
dengan Musnad Ahmad.
Hadits Mu’an’an dan Hadits Muannan. Hadits Mu’an’an adalah suatu hadits yang
disampaikan oleh yang mengisnadkan dengan memakai lafaz عن orang yang
menyampaikan/mengisnadkan dinamakan dengan mu’an’in( مُعَنْعِنُ ) Sedangkan hadits mu’annan hadits yang
diisnadkan dengan lafaz anna (أَنَّ ) bahwasanya. Orang mengisnadkan disebut
dengan Mu’nin. Contoh hadits mu’an’an seperti yang dikeluarkan oleh Bukhari
dari Abu Hurairah:
حَدَّثَنَا
إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنِى مَالِكٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ
عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ - صلى الله عليه
وسلم - قَالَ « مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا
تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »
Telah
bercerita kepada kami Ismail, dia berkata telah menceritakan kepada saya Malik
dari ibn Syihab dari Humaidi bin Abd.Rahman dari Abu Hurairah redha Allah dari
padanya bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw bersabda: Siapa yang beramadhan
dengan iman dan mengharap pahala, dihapus dosa-dosa yang berlalu.
Musalsal Menurut
bahasa adalah bersambungnya sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. Sedangkan menurut
istilah adalah beruntunnya para rawi sanad pada suatu sifat tertentu atau
keadaan terrtentu, baik pada para rawinya atau pada hadits yang
diriwayatkannya.
Macam-macamnya
1. Musalsal keadaan rawinya. Contonya adalah
hadits Anas secara marfu’ :
لا يجد العبد
حلاوة الإيمان حتى يؤمن بالقدر خيره وشره حلوه ومره)) وقبض رسول لله على لحيته
وقال آمنت بالقدر خيره وشره حلوه ومره
“Seorang
hamba itu tidak dapat menemukan manisnya iman, sampai dia beriman kepada
takdir, baik yang baik maupun yang buruk dan yang manis maupun yang pahit”. Dia
berkata : “Dan Rasululullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memegang jenggotnya
sambil berkata : “Aku beriman kepada takdir baik yang baik maupun yang buruk
dan yang manis maupun yang pahit”.
Hadits ini
adalah musalsal, karena para rawinya memegang jenggotnya masing-masing sambil
berkata : “Aku beriman kepada takdir”.
2. Musalsal sifat
rawinya. Hadits musalsal pada ahi fiqih. Bukhari meriwayatkan dari jalur Hammad
bin Zaid, Ayyub bercerita kepada kami dari Nafi’ dari Ibnu Umar secara marfu’
: “Dua orang penjual dan pembeli itu boleh melakukan khiyar (memilih) selama
keduanya belum berpisah atau salah satu dari keduanya berkata kepada yang
lainnya : “Pilihlah”.
3. Musalsal sifat
hadits yang diriwayatkannya. Seperti musalsal setiap hadits itu didengar
langsung di mana setiap rawinya berkata : “Aku mendengar fulan berkata : “Aku
mendengar fulan berkata : “Aku mendengar fulan berkata “. Demikian sampai akhir
sanad. Dan seperti jika hadits musalsal diceritakan atau diberitakan
4. Hadits ‘Aliy
dan Nazil (hadits yang bersanad tinggi dan rendah). Sebuah hadits kadang-kadang
diisnadkan kepada Nabi Muhammad saw melalui sanad-sanad yang banyak dan
kadang-kadang melalui sanad-sanad yang sedikit.
Maka hadits yang diriwayatkan melalui sanad
sedikit dinamakan hadits ‘Aliy. Sedangkan hadits yang diriwayatkan dengan
sanad-sanad yang banyak dinamakan Hadits Nazil. Hadits ‘Ali lebih tinggi derjatnya dibandingkan Hadits
Nazil. Karena pada hadits ‘Ali karena sanad-sanadnya
sedikit, kemungkinan kurangnya kecacatan rawi lebih sedikit pula dibandingkan dengan
hadits Nazil yang rawi lebih banyak. Contoh hadits ‘ali dan Nazil :
حَدَّثَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ
بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ
أَبِى سَلَمَةَ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ
اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم - « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ
الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا ، أَوْ لِيَصْمُتْ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ
وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ »
“Memberitakan kepada saya Abdul Aziz bin
Abdullah memberitakan kepada kami
Ibrahim bin Sa’ad dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Ra. Dia
berkata; Telah bersabda Rasulullah Saw”Siapa yang beriman kepada Allah dan
kepada hari Akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam dan barang Siapa
yang beriman kepada Allah dan kepada hari Akhir maka ia menyakiti tetangganya
dan Siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari Akhir maka hendaklah ia
memuliakan tamunya” (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari)
حدثني حرملة بن يحيى أنبأنا
ابن وهب قال أخبرني يونس عن ابن شهاب عن أبي سلمة بن عبدالرحمن عن أبي هريرة عن
رسول الله صلى الله عليه و سلم قال : من
كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر
فليكرم جاره ومن كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليكرم ضيفه
“Menghaditskan kepada saya
Harmalah bin Yahya memberitakan kepada kami Ibnu Wahab dia berkata memberitakan
kepada saya Yunus dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah bin Abdurrahman dari Abu
Hurairah dari Rasulullaj saw beliau bersabda :”Siapa yang beriman kepada Allah
dan kepada hari Akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam dan barang
Siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari Akhir maka hendaklah ia
memuliakan tetangganya dan Siapa yang beriman kepada Allah dan kepada hari
Akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya”
Hadits pertama yang
diriwayatkan oleh Imam bukhari sanadnya dari Mukharrij sampai kepada Nabi
berjumlah hanya 5 orang sedangkan hadits yang diriwayatkan oleh Muslim sanadnya
dari Mukharrij sampai kepada Nabi berjumlah 6 orang. Maka hadits Bukhari di
atas dinamakan dengan hadits ‘Ali sedangkan Hadits Muslim dinamakan
hadits Nazil
Posting Komentar Blogger Facebook