INGIN IKLAN ANDA DISINI ?
Dapatkan Tawaran Menarik
Silahkan Kontak Admin
Terima Kasih


Menjelaskan macam-macam Ilmu hadis dan faedah mempelajarinya Ilmu Hadits Riwayah adalah Ilmu pengetahuan untuk mengetahui cara-cara penukilan, pemeliharaan dan pendewanan apa-apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir maupun lain sebagainya. Obyek Ilmu Hadits Riwayah: bagaimana cara menerima, menyampaikan kepada orang dan memindahkan atau mendewankan dalam suatu Dewan Hadits. Dalam menyampaikan dan mendewakan hadits, baik mengenai matan maupun sanadnya.
Ilmu Hadits Dirayah: disebut dengan ilmu Musthalahul Hadits  adalah  undang-undang (kaidah-kaidah) untuk mengetahui hal ihwal sanad, matan, cara-cara menerima dan menyampaikan al-Hadits, sifat-sifat rawi dan lain sebagainya. Obyek Ilmu Hadits Riwayah: meneliti kelakuan para rawi dan keadaan marwinya (sanad dan matannya). Menurut sebagian ulama, yang menjadi obyeknya ialah Rasulullah SAW sendiri dalam kedudukannya sebagai Rasul Allah.

Faedah mempelajari ilmu ini : adalah untuk menghindari adanya kemungkinan salah kutip terhadap apa yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Perintis pertama ilmu riwayah adalah Muhammad bin Syihab Az-Zuhry.
http://www.ponpeshamka.com
4) Faedah Ilmu hadist Riwayah
Faedahnya atau tujuan ilmu ini : untuk menetapkan maqbul (dapat diterima) atau mardudnya (tertolaknya) suatu hadits dan selanjutnya untuk diamalkannya yang maqbul dan ditinggalnya yang mardud.



Tinjauan
Ilmu Hadis Dirayah
Ilmu Hadis Riwayah
Objek Bahasan
Segala perkataan, perbuatan, dan keteapan Nabi
Hakikat, sifat-sifat dan kaedah-kaedah dalam periwayatan
Pendiri
Muhammad bin Syihab al-Zuhri(w.124 H)
Abu Muhammad al-Hasan bin Abdurrahman bin Khalad ar-Ramahurmuzi (w,360 H)
Tujuan
Memelihara syari’ah Islam dan ontentitas sunnah
Meneliti hadis berdasarkan kaedah-kaedah atau persyaratan dalam periwayatan
Faedah
Menjauhui kesalahan dalam periwayatan
Mengetahui periwayatan yang diterima (maqbul) dan periwayatan yang ditolak (mardud)

Pengarang ilmu hadis
Pada abad ke dua Hijrah, ketika hadis telah dibukukan secara resmi atas prakarsa Khalifah Umar bin Abd Aziz dan dimotori oleh Muhammad ibn Muslim ibn Syihab al-Zuhri, para ulama yang bertugas dalam menghimpun dan membukukan hadis tersebut menerapkan ketentuan ilmu hadis yang sudah ada dan berkembang sampai sekarang.
Pada abad ketiga Hijrah yang dikenal dengan masa keemasan dalam sejarah perkembangan hadis, mulailah ketentuan-ketentuan dan rumusan kaedah-kaedah hadis ditulis dan dibukukan, namun masih bersifat parsial. Yahya ibn Ma’in ( w.234H/848M) menulis tentang Tarekhal-Rijal (sejarah dan riwayat hidup para perawi hadis), Muhammad ibn Sa’ad (w 230 h/844 m) menulis al-Thabaqat (tingkatan para perwi hadis), Ahmad ibn Hanbal (241H/855M) menulis al’ilal.
Pada abad keempat dan kelima Hijrah mulailah ditulis secara khusus kitab-kitab yang membahas tentang ilmu hadis yang bersifat komprehensif, seperti kitab al-muhaddis al-fashil bayn al-Rawi wa al-rawi oleh Qadhi Abu Muhammad al-Hasan ibn Abd Al-Rahman ibn Khallad al-Ramuhara-muzi (w 360 H/971M). Ma’rifat Ulum al-Hadis oleh Abu Abd Allah Muhammad ibnAbd al-Hakim an-Naisabury (w 405H/101414M),al-mustakhraj ala Ma’rifat ulum al-hadis oleh Abu Na’im Ahmad ibn Abd Allah al-ashbahani (w 430 H/1038 M), al-kifayah fi ulum al-Riwayah oleh Abu Bakar Ahmad ibn Ali ibn Tsabit al-Khatib al-Bagdadi ( w 463 H/1071M).
Pada abad berikutnya bermunculanlah karya dibidang ilmu hadis ini, yang sampai saat ini masih menjadi referensi utama dalam membicarakan ilmu hadis ini.diantaranya adalah Ulum alhadis oleh Abu Amr Ustman ibn Abd  al-Rahman yang lebih dikenal dendan Ibnu al-Shalah (w 643 H/1245 M), Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi oleh Jala alDin Abd al-Rahman ibn Abu Bakar al-Suyuti (w.911 H/1505 M).

Posting Komentar Blogger