INGIN IKLAN ANDA DISINI ? Dapatkan Tawaran Menarik Silahkan Kontak Admin Terima Kasih |
Menjelaskan macam-macam Ilmu hadis dan faedah mempelajarinya - Ilmu Hadits Riwayah adalah Ilmu pengetahuan untuk mengetahui
cara-cara penukilan, pemeliharaan dan pendewanan apa-apa yang disandarkan
kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir maupun lain
sebagainya. Obyek Ilmu Hadits Riwayah: bagaimana cara menerima, menyampaikan
kepada orang dan memindahkan atau mendewankan dalam suatu Dewan Hadits. Dalam
menyampaikan dan mendewakan hadits, baik mengenai matan maupun sanadnya.
Ilmu Hadits Dirayah: disebut dengan
ilmu Musthalahul Hadits adalah undang-undang (kaidah-kaidah) untuk mengetahui
hal ihwal sanad, matan, cara-cara menerima dan menyampaikan al-Hadits,
sifat-sifat rawi dan lain sebagainya. Obyek Ilmu Hadits Riwayah: meneliti
kelakuan para rawi dan keadaan marwinya (sanad dan matannya). Menurut sebagian
ulama, yang menjadi obyeknya ialah Rasulullah SAW sendiri dalam kedudukannya
sebagai Rasul Allah.
Faedah mempelajari ilmu
ini : adalah untuk menghindari adanya kemungkinan salah kutip terhadap apa yang
disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW. Perintis pertama ilmu riwayah adalah Muhammad
bin Syihab Az-Zuhry.
Faedahnya atau tujuan
ilmu ini : untuk menetapkan maqbul (dapat diterima) atau mardudnya
(tertolaknya) suatu hadits dan selanjutnya untuk diamalkannya yang maqbul dan
ditinggalnya yang mardud.
Tinjauan
|
Ilmu Hadis Dirayah
|
Ilmu Hadis Riwayah
|
Objek Bahasan
|
Segala perkataan, perbuatan, dan keteapan Nabi
|
Hakikat, sifat-sifat dan kaedah-kaedah dalam periwayatan
|
Pendiri
|
Muhammad bin Syihab al-Zuhri(w.124 H)
|
Abu Muhammad al-Hasan bin Abdurrahman bin Khalad ar-Ramahurmuzi (w,360 H)
|
Tujuan
|
Memelihara syari’ah Islam dan ontentitas sunnah
|
Meneliti hadis berdasarkan kaedah-kaedah atau persyaratan dalam
periwayatan
|
Faedah
|
Menjauhui kesalahan dalam periwayatan
|
Mengetahui periwayatan yang diterima (maqbul) dan periwayatan yang
ditolak (mardud)
|
Pengarang ilmu hadis
Pada abad ke dua Hijrah, ketika hadis telah dibukukan secara resmi atas
prakarsa Khalifah Umar bin Abd Aziz dan dimotori oleh Muhammad ibn Muslim ibn
Syihab al-Zuhri, para ulama yang bertugas dalam menghimpun dan membukukan hadis
tersebut menerapkan ketentuan ilmu hadis yang sudah ada dan berkembang sampai
sekarang.
Pada abad ketiga Hijrah yang dikenal dengan masa keemasan dalam sejarah
perkembangan hadis, mulailah ketentuan-ketentuan dan rumusan kaedah-kaedah
hadis ditulis dan dibukukan, namun masih bersifat parsial. Yahya ibn Ma’in (
w.234H/848M) menulis tentang Tarekhal-Rijal (sejarah dan riwayat hidup para perawi
hadis), Muhammad ibn Sa’ad (w 230 h/844 m) menulis al-Thabaqat (tingkatan para
perwi hadis), Ahmad ibn Hanbal (241H/855M) menulis al’ilal.
Pada abad keempat dan kelima Hijrah mulailah ditulis secara khusus
kitab-kitab yang membahas tentang ilmu hadis yang bersifat komprehensif,
seperti kitab al-muhaddis al-fashil bayn al-Rawi wa al-rawi oleh Qadhi Abu
Muhammad al-Hasan ibn Abd Al-Rahman ibn Khallad al-Ramuhara-muzi (w 360
H/971M). Ma’rifat Ulum al-Hadis oleh Abu Abd Allah Muhammad ibnAbd al-Hakim
an-Naisabury (w 405H/101414M),al-mustakhraj ala Ma’rifat ulum al-hadis oleh Abu
Na’im Ahmad ibn Abd Allah al-ashbahani (w 430 H/1038 M), al-kifayah fi ulum
al-Riwayah oleh Abu Bakar Ahmad ibn Ali ibn Tsabit al-Khatib al-Bagdadi ( w 463
H/1071M).
Pada abad berikutnya bermunculanlah karya dibidang ilmu hadis ini, yang
sampai saat ini masih menjadi referensi utama dalam membicarakan ilmu hadis
ini.diantaranya adalah Ulum alhadis oleh Abu Amr Ustman ibn Abd al-Rahman yang lebih dikenal dendan Ibnu
al-Shalah (w 643 H/1245 M), Tadrib al-Rawi fi Syarh Taqrib al-Nawawi oleh Jala
alDin Abd al-Rahman ibn Abu Bakar al-Suyuti (w.911 H/1505 M).
Posting Komentar Blogger Facebook